|
|
|
| Mandiri, Tak Lupakan Misi Sosial |
| Selasa, 25 Oktober 2011 01:43 |
|
Pertengahan Oktober 2011, Pemerintah Kabupaten Malang menerima dua penghargaan nasional di bidang sanitasi pada ajang Sanitasi Award 2011 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Pertama, terbaik di kategori Pengembangan Teknologi di Bidang Sanitasi. Kedua, kategori Komunitas/pengelola air minum mandiri di tingkat masyarakat. Apa sebenarnya yang menjadi kunci keberhasilan itu ? Berikut laporan helloMALANG. .........................
Keberhasilan meraih double award itu tidak terlepas dari kerja keras dan perencanaan yang baik. Penghargaan pertama, sebagai Inisiatif Terbaik di Kategori Pengembangan Teknologi di Bidang Sanitasi diserahkan oleh Prof. Dr. Armida Alisjahbana, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas kepada Dr. Abdul Malik, SE, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, pada saat acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), Senin 11 Oktober 2011 di Hotel Sahid Jakarta. Penghargaan kedua, diterima Badan Pengelola & Sarana Air Bersih Sumbermaron (BPSABS), Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran sebagai inisiator terbaik di Kategori Komunitas/Pengelola Air Minum Mandiri di Tingkat Masyarakat. Untuk kategori pengembangan teknologi di bidang sanitasi, kata Abdul Malik tim juri menilai Kabupaten Malang memiliki beberapa keunggulan. Pertama Inisiatif terbaik energi alternatif dan integrasi program. Kedua, teknologi energi untuk mendapatkan energi listrik mikrohidro dan mampu mengintegrasikan dengan kegiatan pelayanan kesehatan dasar masyarakat. “Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan dukungan berbagai pihak, antara lain unsur pemerintah yakni Dinas Cipta Karya, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Binamarga, PDAM, serta kelompok himpunan masyarakat pengguna air minum yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang,’ tambah M Hidayat, Kepala Bagian Humas Pemkab Malang.
Sepanjang jalan, tampak penduduk desa, yang laki-laki mayoritas bersarung dan berkopiah duduk-duduk mengobrol di teras rumah menikmati sore yang teduh. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung atau jilbab.
|