|
|
|
| Warga Merjosari Temukan Goa |
| Minggu, 04 September 2011 15:58 |
|
helloMALANG.com- Tanpa disengaja, Warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (4 September 2011) menemukan goa berkedalaman 45 meter. Dari penelusuran awal goa yang berada di tengah pemukiman padat penduduk ini memiliki dua lorong.Adalah Sangat (50), warga Dusun Chumprit, Jl Joyo Tamansari 1, Kelurahan Merjosari yang tanpa sengaja menemukannya. Pintu masuk goa yang berada di pekarangan belakang rumah Sangat itu memiliki tinggi sekitar 180 cm atau setinggi orang dewasa.
Diceritakan Sangat, dirinya tidak sengaja menemukan mulut goa yang belum diketahui apakah peninggalan Kerajaan Kenjuruhan, jaman Belanda atau jaman Jepang. Kawasan Merjosari merupakan daerah yang diyakini bekas pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan. Banyak benda -benda arkeologi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan ditemukan di wilayah ini.
"Awalnya saya menggali tanah untuk mengubur kambing yang mati. Tahu-tahu brul tanah yang saya cangkul ambles dan tampak lorong," cerita Sangat. Karena menyakini lorong itu adalah goa, Sangat merasa perlu melaporkan penemuannya ke Polsek Lowokwaru. "Siapa tahu ini goa jaman kerajaan Kanjuruhan yang berarti situs purbakala," ujarnya.
Mendengar ada penemuan goa, warga Merjosari berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan. Kini goa baru penemuan Sangat tertutup untuk umum. Polsek Lowokwaru telah memasang police line dan larangan memasuki goa.
"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan lokasi penemuan kami amankan dan kita koordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kota Malang serta sejumlah pengamat Arkeologi," kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol David Subagyo.
Pihak Polsek melarang warga memasuki goa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Siapa tahu ada gas beracunnya," jelas Kapolsek.
Sebelum diamankan polisi beberapa warga telah mencoba memasuki goa sambil membawa beberapa alat penerangan lampu pijar dan obor.helma04
|