|
|
|
| Lubang Bahaya di Mana-mana |
Sejak sebulan terakhir kegiatan perbaikan fasilitas umum di wilayah Kota Malang berjalan. Hampir semua pekerjaan yang terjadi di sepanjang jalan umum adalah penggalian-demi penggalian hingga memakan trotoar dan badan jalan. Entah itu untuk perbaikan drainase kota atupun pipa PDAM. Perbaikan dan pembenahan fasilitas umum ini memang pekerjaan baik demi pelayaan yang lebih baik pula.Namun ada masalah dalam praktik di lapangan. Kontraktor yang mengerjakan seringkali kurang mengindahkan keselamatan pengguna jalan umum. Lubang-lubang yang mereka gali hanya dipasangi tanda peringatan seadanya. Kendati lubang lebih dari satu meter, di pinggir lubang hanya dipasang pita plastik kuning hitam. Tidak ada peringtang lain yang kuat untuk menghindari pengguna jalan terperosok . Penggalian tanah untuk pemasangan pila PDAM di perempatan Jalan Raya Danau Sentani misalnya. Kendati memakan separuh badan jalan dan sudah berlangsung lebih dari satu minggu namun pengamanannya sangat sederhana. Termasuk pada malam hari. Kontraktor tidak berupaya menutup galian dengan plat besi atau kayu ketika lokasi ditinggalkan pekerja. Akan lebih baik dan "menyelamatkan" bila malam hari ditutup dengan plat besi. Apakah pengamanan lebih ini menunggu datangnya korban? Kepada pihak-pihak yang berwenang, PDAM, Satpol PP dan Dinas PU Kota Malang kami mohon lebih tanggap dan sasmito dengan memberikan tergoran keras kepada kontarktor untuk lebih memperhatikan keamanan pengguna jalan. Seharusnya peristiwa tewasnya pengguna jalan di Jl MT Haryono yang terperosok lubang bisa dijadikan pelajaran berharga. Arif Rahmadi Jl Raya Danau Sentani 4 Malang |