Banner
Home Kabar Berita Topik Hari Ini Sampah Bisa Untuk Bayar Utang
Topik Hari Ini
Cara Baru Pemkot Malang Atasi 400 Ton Sampah Kota
PDF Print E-mail
Sampah Bisa Untuk Bayar Utang
Rabu, 17 Agustus 2011 13:37

tong_sampah

 

wastohelloMALANG.com - Sampah selalu menjadi masalah pelik bagi kota-kota besar. Kekuarangsiapan dan kesalahan strategi dalam pengelolaan seringkali mengakibatkan  penumpukan  dan  benturan dengan warga. Tampaknya hal itu  akan sulit terjadi di Kota Malang.


Kota berpenduduk mendekati 1 juta jiwa ini memiliki cara baru dalam mengelola sampah kota. Melalui Dinas Kebersihan  dan Pertamaan  (DKP), Pemkot Malang akan membeli sampah warga, melalui program prestisius Bank Sampah. Memang pola ini bukan yang pertama di Indonesia. Beberapa kota besar di Jawa juga sudah menerapkan   Bank Sampah dalam sistem tata kelola sampah kota.


Tepat pada peringatan HUT ke 66 Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2011, Pemkot Malang secara resmi meluncurkan program Bank Sampah.


"Bank Sampah merupakan solusi terbaik untuk mengatasi sampah kota yang volumenya terus meningkat. Lewat sistem ini, kami berharap pengelolaan sampah lebih mudah, terpadu dan berdaya guna," jelas Kepala  DKP KOta Malang, Drs Wasto mendampingi Walikota  Malang  Peni Suparto usai Detik-detik Peringatan 66 Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI di Balaikota Malang, Rabu (17/08/2011).


Muara dari  program  pembelian sampah, lanjut Wasto adalah  kesadaran  warga untuk memilah sampah  organik dan non organik bisa tumbuh dengan cepat. Dan itu sksn  memudahkan DKP dalam mengelola sampah kota.


"Kalau terus seperti sekarang, mau dibuang ke mana sampah-sampah kota ini. Kapasitas TPA juga terbatas. Padahal sampah juga memiliki nilai ekonomis."


Potensi ekonomi sampah Kota Malang kata Wasto cukup tinggi. Setiap hari  tidak kurang dari 400 ton  dihasilkan warg Kota Malang.


Operasionalisasi  Bank Sampah, kata Wasto, DKP akan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Dinas Pendidikan. Nantinya, pada hari-hari  tertentu para siswa  diwajibkan membawa sampah yang sudah diklasifikasikan ke sekolah.Setelah terkumpul dibeli Bank Sampah.


Pola ini memiliki dua tujuan. Pertama membentuk jiwa enterpeneur siswa. Kedua mendidik cinta lingkungan secara dini.  "Tujuan akhir sampah-sampah rumah tangga sudah dipilah sejak dari rumah," harapnya.


Tentang lembaga bank sampah, Wasto  menjelaskan berbentuk koperasi, bernama Koperasi Bank Sampah Malang. Ia pun   akan beroperasi layaknya koperasi lainnya.


Untuk mendapatkan anggota Koperasi Bank Sampak Malang hanya akan membeli sampah dari anggota. Anggota pun  juga memiliki hak meminjam modal dan membeli kebutuhan hidup di koperasi. Menariknya, pembayarannya bisa dibayar dengan  sampah. helma-02



 

 

Add comment

1. Anda, sebagai pribadi atau lembaga yang berkaitan langsung atau merasa dirugikan oleh isi dari surat pembaca ini kami persilahkan memberikan tanggapan.
2. Redaksi berhak tidak menayangkan atau menghapus tanggapan yang kurang sopan, berbau SARA, menghasut, menghina salah satu pihak dan melanggar perundang-undangan Republik Indonesia.


Security code
Refresh

advertisement
Banner
Banner
Banner
  • Umum
  • Property
  • Education
  • Destination
 Gift  Bag JCC Gift Bag JCC

Souvenir & Gift, Gift Bag Menawan
Saudaraku Umrah & Haji Lawang Saudaraku Umrah & Haji Lawang

Haji & Umroh, Saudaraku Umrah & haji Lawang
Perumahan Mutiara Sulfat 2 Perumahan Mutiara Sulfat 2


Green  View Regency Green View Regency

Perumahan (Developer), Green View Regency
Alam Dieng Residence Alam Dieng Residence

Perumahan (Developer), Alam Dieng Residence, CV Nurul Cipta Utama
Banner
Banner