|
|
|
| Sampah Bisa Untuk Bayar Utang |
| Rabu, 17 Agustus 2011 13:37 |
|
Muara dari program pembelian sampah, lanjut Wasto adalah kesadaran warga untuk memilah sampah organik dan non organik bisa tumbuh dengan cepat. Dan itu sksn memudahkan DKP dalam mengelola sampah kota. "Kalau terus seperti sekarang, mau dibuang ke mana sampah-sampah kota ini. Kapasitas TPA juga terbatas. Padahal sampah juga memiliki nilai ekonomis." Potensi ekonomi sampah Kota Malang kata Wasto cukup tinggi. Setiap hari tidak kurang dari 400 ton dihasilkan warg Kota Malang. Operasionalisasi Bank Sampah, kata Wasto, DKP akan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Dinas Pendidikan. Nantinya, pada hari-hari tertentu para siswa diwajibkan membawa sampah yang sudah diklasifikasikan ke sekolah.Setelah terkumpul dibeli Bank Sampah. Pola ini memiliki dua tujuan. Pertama membentuk jiwa enterpeneur siswa. Kedua mendidik cinta lingkungan secara dini. "Tujuan akhir sampah-sampah rumah tangga sudah dipilah sejak dari rumah," harapnya. Tentang lembaga bank sampah, Wasto menjelaskan berbentuk koperasi, bernama Koperasi Bank Sampah Malang. Ia pun akan beroperasi layaknya koperasi lainnya. Untuk mendapatkan anggota Koperasi Bank Sampak Malang hanya akan membeli sampah dari anggota. Anggota pun juga memiliki hak meminjam modal dan membeli kebutuhan hidup di koperasi. Menariknya, pembayarannya bisa dibayar dengan sampah. helma-02
|