|
|
|
| Harapan Itu Masih Tersisa |
| Written by Dwi Rusdiono |
| Rabu, 01 Desember 2010 22:57 |
Ada rasa lain ketika menyaksikan pertandingan bola antara kesebelasan Indonesia melawan Malaysia dalam laga Piala AFF Suzuki di Gelora Bung Karno Rabu (1 Des 2010) malam. Harapan untuk memiliki kebanggaan sebagai bangsa masih bersinar meski samar.Ya... pertandingan laga perdana Piala ASEAN Football Federation (AFF) Suzuki yang berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta membawa hasil yang melegakan. Indonesia berhasil mempermalukan Malaysia dengan skor telak 5-1. Sebuah tatanan angka yang sebelumnya nilai terkecil itu melekat erat pada kesebelasan Indonesia ketikan bertanding dengan tim negara lain.
Hasil melegakan ini memang masih sumir. Belum bisa dijadikan indikator bila Tim Merah Putih kita telah jumawa. Digdaya di ASEAN, mampu berbicara di tingkat Asia apalagi dunia. Harapan yang selalu tertancap di sanubari insan bola nasional. Tapi, keberhasilan ini menorehkan sebuah harapan, menerbitkan sebuah sinar akan kepercayaan diri.
Jalan masih panjang untuk kita bisa yakin bila Tim Merah Putih telah berubah. PSSI telah berbenah dalam mengusung harapan ratusan juta warga Indonesia pencinta bola dengan lebih baik.
Masih lekat bayang akan kebingungan pencinta bola nasional ketika saat Piala Dunia 2010 enam bulan lalu berlangsung. Pencinta bola harus menjadi "warga negara lain" untuk meluapkan emosi gegap gempitanya. Rela membela negara lain, rela mengusung panji-panji negara lain, mati-matian menyemangati tim negara lain yang tidak ada ikatan emosi nasionalisme dengan mereka.
Salahkan mereka? Mayoritas orang mengatakan apa yang mereka lakukan itu wajar. Karena belum ada yang bisa dibanggakan dari milik sendiri. Apa yang terjadi d Gelora Bung Karno Rabu malam mudah-mudahan bisa menjadi titik nol bagi PSSI dan Tim Merah Putih untuk menapaki hari yang lebih indah bagi pencinta bola. Setidaknya diawali menjadi macan di ASEAN. Mudah-mudahan tidak selamanya hitam adalah kelam ... Kalau mau sebenarnya kita mampu. (*)
|