|
|
|
| Masih Egois dan Sombong... |
| Written by Dwi Rusdiono |
| Selasa, 30 Agustus 2011 16:31 |
|
Untuk kesekian kalinya umat muslim tanah air dihadapkan pada kondisi yang kurang menyenangkan. Perbedaan merayakan Idul Fitri.Memang, tahun ini bukan yang pertama. Namun nuansa dari perbedaan itu begitu terasa di saat ratusan juta anak negeri tengah berjuang mempererat persatuan dan kebersamaan.
Ketika jutaan umat muslim memimpikan ukuwah Islamiah yang lebih baik di tengah provokasi-provokasi yang menyudutkan : Islam itu tidak satu, bengis,kejam dan jahat.
Perbedaan perayaan Idul Fitri adalah sesuatu hal seharusnya tidak perlu terjadi. Kehadirannya makin menyakinkan pendapat bila umat muslim itu tidak satu, egosis dan sombong.
Organisasi dan tokoh-tokoh muslim lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya daripada umat yang lebih besar dan ukuwah Islamiah.
Menganggap apa yang sudah diputuskan organisasi/kelompoknya lebih baik, lebih berilmu, lebih tinggi nilainya ketimbang organisasi/kelompok lain pada hal yang sama. Duduk bersama, musyarawah mufakat sudah tidak lagi menjadi jalan tertinggi menyelesaikan masalah. Keluar ruangan tetap berjalan dengan relnya masing-masing.
Pokok utama yang melatarbelakangi perbedaan itu adalah belum adanya kesepakatan bersama tentang metode penetapan kalender. Pemerintah dan organisasi Islam mempergunakan metode masing-masing yang mereka yakini paling benar. Setiap metode memiliki parameter-parameter tersendiri. Berbeda satu sama lain.
Perbedaan parameter itu membuahkan hasil yang berbeda pula pada kondisi tertentu. Tentu akan lain hasilnya bila penetapan kalender mempergunakan metode yang sama. Perbedaan hanya bisa muncul dikarenakan adanya kesalahan teknis dalam pengerjaan.
Idul Fitri adalah cermin. Cermin untuk melihat, memahami, memaknai dan mengambil pelajaran dari tingkah laku kita dalam setahun terakhir.
Idul Fitri juga gerbang. Gerbang menuju kehidupan baru yang lebih baik, lebih bermartabat dan lebih mengedepankan persatuan dan ukuwah. Selepas sebulan penuh kembali menjadi umat yang baik, melepas kesombongan, memohon ampun dan melebur dosa.
Pada akhir Ramadhan Allah juga mengingatkan kita untuk selalu menjaga ukuwah Islamiyah, mengedepankan rohmatan lilalamin melalui zakat dan merangkul umat mulsim yang kurang beruntung.
Berbekal semangat yang sama, sudah saatnya pemerintah dan ormas Islam duduk bersama, bermufakat mengambil keputusan bersama tentang metode penyusunan kelender hijriyah. Tidak lagi egois dan sombong dengan kayakinan kelompok sendiri.
Semoga perbedaan Idul Fitri ini adalah kali terakhir di negeri ini. ...amien..
Selamat Idul Fitri 1432 H. Mohon maaf ...lahir batin..
|